Oct 08

Tarian Tradisioanal Sasak Oncer
Kata Oncer berasal dari kata “Ngoncer” yang artinya berenang. Tari ini dinamakan demikian karena gerakan pokok tarian ini diambil dari gerakan ikan sepat yang berenang.
Dalam bahasa Sasak disebut pepait ngoncer (ikan sepat berenang). Tari oncer sangat erat hubungannya dengan gamelan Gendang Beleq. Gendang Beleq dipukul sambil menari dengan gerakan yang khas. Gamelan Gendang Beleq banyak terdapat di Pulau Lombok. Gamelan Gendang Beleq pada zaman dahulu dipergunakan dalam peperangan oleh raja-raja di Lombok, untuk memberikan semangat bagi prajurit-prajuritnya da lam pertempuran. Bilamana pertempuran sudah selesai, Gendang Beleq dipukul sambil menari dan men jadi hiburan bagi para prajurit. Tarian itulah yang disebut oncer
Baca Selengkapnya »
written by Hariman Marsapana
Sep 27

Gendang Beleq adalah adalah salah satu alat musik tradisional suku sasak di lombok. Gendang beleq sendiri artinya Gendang Besar karna ukurannya memeang besar melebihi ukuran normalnya. Gendang Beleq diciptakan untuk mengiri dan menghibur para prajurit menuju medan perang dan menyabut kedatangan dari medan perang akan tetapi dengan perkembangan zaman gendang beleq digunakan untuk menyambut kedatangan tamu.
Gendang Beleq sendiri pada dasarnya merupakan alat musik akan tetapi lebih dari itu penyajian gendang beleq merupakan seni tari yang memeliki keunikan dan ke khas an tertentu sebagai sebuat tarian.
Gendang Beleq terdiri dari 2 orang penabug gendang, 4 atau 6 orang penari oceh/oncer ( disebut demikian karena para penari sambil menari memegang alat musik copeh yang sewaktu-waktu di mainkan mengikuti irama musik ) dan 1 orang penari petuk ( membawa alat musik petuk yang dimainkan mengikuti irama musik), Selain itu masih banyak juga alat musik yang digunakan dalam penyajian gendang beleq ini seperti suling, gong, terumpang, kenceng, oncer, pencek.
Baca Selengkapnya »
written by Hariman Marsapana
Aug 17

Foto Anak-anak Lombok jaman dulu
Foto Lainnya Baca Selengkapnya »
written by Hariman Marsapana
Jul 26
Sejak lama saya ingin menulis artikel tentang kendaraan transportasi yang satu ini, karena sangat unik, dari pada alat transprotasi tradisonal sejenis yang ada di daerah-daerah lainnya.
Cidomo kedengaran aneh ya, ya memang aneh juga, ntah kendaraan ini termasuk kendaraan hasil dari karya masyarakat yang kreatif atau yang masyarakat yang kurang bahan baku dan keterbatasan sumber daya. Tapi saya berharap itu merupakan hasil karya masyarakat dari budaya yang kaya dan kreatif.
“CIDOOMO” singkatan dari CIkar DOkar MObil ( MOntor dalam bahasa sasak yang artinya Mobil- Red ). Asal muasal cidomo saya sendiri kurang tau persis sejak kapan ada di pulau lombok, Kendaraan ini bermula dari alat transportasi tradisonal yang bernama Cikar atau biasa diketahui sebagai kendaraan tradisonal yang ditarik oleh kuda tapi di khusus kan untuk mengangkut barang bukan penumpang.
Dokar sendiri merupakan alat transportasi tradisonal yang ditarik oleh kuda tetapi di khususkan digunakan untuk mengangkut penumpang. Dokar banyak juga ditemukan dibeberapa daerah di indonesi nama lain dari dokar di beberapa daerah adalah Delman.
Tapi yang membuat Cidomo ini begitu unik adalah karna penggunaaan Ban Mobil sebagai Roda, seperti yang kita ketahui delman atau dokar menggunakan roda dari bahan kayu. Pada jaman dulu juga dokar yang ada di pulau lombok menggunakan roda dari kayu yang didisain khusus sesuai dengan kondisi dokar tersebut.

Baca Selengkapnya »
written by Hariman Marsapana
\\ tags: alat transportasi, cidomo
Jul 21

Tari kreasi ini berasal dari daerah Lombok. Gandrung rembak berarti gandrung banyak, maksudnya tari gandrung yang ditarikan oleh beberapa orang penari.
Pada awalnya gandrung adalah seni pertunjukan rakyat yang hidup berkembang di tengah-tengah masyarakat Lombok. Ditampilkan di arena terbuka yang dikelilingi penonton, dengan waktu penyajian yang panjang yaitu lebih kurang 3 jam, gerakan-gerakannya bersifat improvisasi meskipun terdapat gerak-gerak tertentu yang menjadi ciri khas gerak pada tari tersebut, yaitu ngindang, gabor seriak, ngecok, dan tindak barong. Ditarikan seorang penari laki-laki yang berbusana wanita.
Baca Selengkapnya »
written by Hariman Marsapana
\\ tags: kesenian, Seni Budaya, Tari
Jun 29
Sekedar berbagi foto-foto beberapa wilayah lombok dan orang-orang suku sasak asli jaman dulu serta berbagai foto seni dan kebudayaan sasak pada jaman dulu.

potret nyata penduduk asli pulau lombok pada jaman dulu
Baca Selengkapnya »
written by Hariman Marsapana
May 25
Kisah Singkat tentang asal muasal kata LOMBOK dan SASAK
Lombok, asal katanya Lomboq, yang berarti Lurus. maka jika ada orang yang menyebut Lombok adalah Cabe, jelas salah. Dalam bahasa Sasak cabe memiliki sebutan sendiri, yaitu Sebiya. Lomboq dalam arti sebenarnya adalah Lurus.
Nenek Moyang suku Sasak itu berasal dari campuran penduduk asli lombok dengan para pendatang dari jawa tengah yang terkenal dengan julukan Mataram, pada jaman raja yang bernama Rakai Pikatan dan permaisurinya Pramudhawardani.
Baca Selengkapnya »
written by Hariman Marsapana
May 25
Dalam system kemasyarakatan ini terdapat bebrapa pengertian pokok antara lain : Pelapisan Sosial, Pemerintahan, Organisasi Sosial, dan Sistem Kekerabatan.
Pelapisan Sosial
Di daerah lombok secara umum terdapat 3 Macam lapisan sosial masyarakat :
- Golongan Ningrat
- Golongan Pruangse
- Golongan Bulu Ketujur ( Masyarakat Biasa )
Masing -masing lapisan sosial masyarakat di kenal dengan Kasta yang mempunyai kriteria tersendiri :
Baca Selengkapnya »
written by Hariman Marsapana
\\ tags: adat sasak, budaya, kemasyarakatan, lombok, sistem kemasyarakatan sasak
May 24
Ha..ha.. itu kali ya artinya dalam bahasa inggris Malang Kembali ( Malang Tempoe Doloe ) alias MaKem ( Malang Kembali ), klo ga salah udah ke 4 kalinya Malang Tempoe Doloe diselenggarakan, asik juga melihat nostalgia malang tempo dulu, ya walaupun saya sendiri bukan asli orang malang ( .
Tapi asik juga klo acara semacam ini diselenggarakan di daerah masing-masing, at lest setiap masing-masing daerah punya nilai sejarah nya sendiri-sendiri dan keunikan tradisi yang membuatnya berbeda dengan yang ada di malang, wah pokoknya asik deh….
Sedikit bagi-bagi foto di malang kembali dan segala pernak-penik, setting dan keunikan, kecerianaan yang ada di makem, bagi yang belum kesana buruan, hari ini penutupannya lho.

Keramain Malang Tempoe Doeloe
ini foto ibu-ibu yang berjualan gulali alian permen jadul tapi samapi ekarang masih ada( nek tuku nang paming- pasar minggu ), mungkin seperti ini juga ya mungkin jaman dulu ibi-ibu yang jualan gulali, peralatan dan kostumnya juga.
Baca Selengkapnya »
written by Hariman Marsapana
May 07
Mempunyai kekasih lebih dari satu adalah suatu kebanggaan. Kebanggan ini juga turut dinikmati oleh orang tua mereka atau keluarga sang gadis. ( kebiasaan di desa dan di kota bebrbeda tentang hal ini ). Agar anakanya memiliki kekasih kadang-kadang anggota keluarga mencarikan guna-guna ( Lombok : sengggeger ).
Dengan adanya rasa bangga itu yang nantinya menjadi penghalang bagi cara melamar di Lombok Selatan. Adanya rasa hina dari orang tua di gadis kalau anaknya dilamar, disebabkan karena adanya pandangan masyarakat setempat bahwa anak gadis bukanlah merupakan barang yang diperjualbelikan. Pandangan masyarakat demikian itu yang membuat mereka tetap pada pendirian. Mereka akan lebih senang bila anaknya diculik ( kawin culik ) karena sejalan dengan adat istiadat. Disamping itu juga kawin culik tidak akan membuat kekasihnya terlalu bersedih hari walauoun ternyata mereka “kepaten ” ( ditinggal kekasihnya ).
Baca Selengkapnya »
written by Hariman Marsapana
\\ tags: budaya, kaawin lari, seni
Last Comments