Jul 26

lombok12Sejak lama saya ingin menulis artikel tentang kendaraan transportasi yang satu ini, karena sangat unik, dari pada alat transprotasi tradisonal sejenis yang ada di daerah-daerah lainnya.

Cidomo kedengaran aneh ya, ya memang aneh juga, ntah kendaraan ini termasuk kendaraan hasil dari karya masyarakat yang kreatif atau yang masyarakat yang kurang bahan baku dan keterbatasan sumber daya. Tapi saya berharap itu merupakan hasil karya masyarakat dari budaya yang kaya dan kreatif.

CIDOOMOsingkatan dari CIkar DOkar MObil ( MOntor dalam bahasa sasak yang artinya Mobil- Red ). Asal muasal cidomo saya sendiri kurang tau persis sejak kapan ada di pulau lombok, Kendaraan ini bermula dari alat transportasi tradisonal yang bernama Cikar atau biasa diketahui sebagai kendaraan tradisonal yang ditarik oleh kuda tapi di khusus kan untuk mengangkut barang bukan penumpang.

Dokar sendiri merupakan alat transportasi tradisonal yang ditarik oleh kuda tetapi di khususkan digunakan  untuk mengangkut penumpang. Dokar banyak juga ditemukan dibeberapa daerah di indonesi nama lain dari dokar di beberapa daerah adalah Delman.

Tapi yang membuat Cidomo ini begitu unik adalah karna penggunaaan Ban Mobil sebagai Roda, seperti yang kita ketahui delman atau dokar menggunakan roda dari bahan kayu.  Pada jaman dulu juga dokar yang ada di pulau lombok menggunakan roda dari kayu yang didisain khusus sesuai dengan kondisi dokar tersebut.

cidomo1

Penggunaan ban mobil sebagai roda merupakan salah satu kreatifitas yang dimana ban mobil ditai lebih awet dan tahan lama. Sejak kapan dan mulai kapan dan oleh siapa penggunaan ban mobil digunakan saya sendiri belum mendapatkan datadata yang valid.

Setiap cidomo memiliki daya angkut rata-rata sekitar 6 orang termasuk kusir codomo, akan tetapi dari disain codomo tersebut ada yang mengisinya melebihi kapasitas, maklum cidomo sendiri tidak memiliki aturan khusus, asal kudanya kuat..??? angkuttttt… tarikkkkkk….

Cidomo digunakan masyarakat di pulau lombok sebagai alat transportasi untuk menempuh jarak-jarak yang tidak terlalu jauh disesuaikan dengan kemampuan kuda yang dipakai antara 500m samapai 5 Km. Kuda yang dipakai juga kebanyakan menggunakan kuda lokal atau kuda yang berasal dari daerah pulau lombok maupun kuda yang berasal dari pulau Sumbawa yang merupakan salah satu pulau yang ada di NTB.

cidomo2

Seiring dengan perkembangan zaman cidomo sudah mulai tergeser oleh alat angkutan modern seperti bemo atau microlet dan terlebih lagi dengan banyaknya sepeda motor yang dirasa masyarakat lebih praktis dan ekonomis sebagai alat trasportasi membuat tergeserya cidomo dijalan-jalan kota mataram, akan tetapi penggunaan cidomo sampai sekarang tidaklah hilang, penggunaan cidomo masih digunakan pada daerah pinggiran kota atau bisa dibilang cidomo sudah tidak melalui jalan-jalan utama di Kota Mataram.

Mengapa cidomo sekarang sudah jarang berjalan di jalan-jalan utama di kota mataram, hal ini dikarenakan oleh kotoran kuda yang dihasilkan membuat polusi yang sulit di tangani dan mengurangi keiindahan dan kebersihan jalan kota atau jalan utama.

Cidomo sebagai alat transporatasi tradisional harus dilestarikan karna cidomo sudah identik sebagai alat transportasi tradisonal di pulau lombok.

=====================================================

Ditulis dari berbagi sumber dan penulis sendiri tidak melakukan penelitian khusus dalam menulis artikel ini berdasarkan pengalaman semata. Maaf kalo ada kekurangan dan kesalahan dalam artikel ini. :-)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • Live
  • RSS
  • Technorati
  • HackerNews
  • LinkArena
  • MSN Reporter
  • MyShare
  • PDF
  • Twitter
  • Wikio
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz



written by Hariman Marsapana \\ tags: ,

7 Responses to “Cidomo sebagai alat transportasi tradisional di Pulau Lombok”

  1. sendaljepit Says:

    naik cidomo! itu hal pertama ketika saya ke lombok tahun 2003. sayangnya nggak semua kusir cidomo melengkapi kudanya dengan cawat, jadi seringkali hasil olahan perut si kuda bergelundung di jalan :( thanks sudah mampir ke blog saya (berbulan-bulan yang lalu…hehe)

  2. Hariman Marsapana Says:

    sama2 makasi juga uda mampir di blog saya yang biasa2 saja. Ya begitulah cidomo, kudanya ga malu bugil, dan klo di kasi pempers risih kali ya kudanya

  3. pakmansur Says:

    Kang kalo gak salah… Cidomo itu : CIkar DOkar MOntor, Kalao org lombok kan bilangnya montor bukan mobil…

  4. Hariman Marsapana Says:

    aok pak mansur, sepertinya perlu kita tambah sedikit bahasa redaksi nya pak mansur, terima kasih masukkannya.

  5. ria^_^ Says:

    aq mau diajakin naek cidomony,kapan????????????besokkk ya ^_^

  6. mulya Says:

    kalau kita bayar ke pemilik apa tidak dilihat tu sama kudanya, entar kudanya marah too…………. makanya kudanya dikasi kaca mata besar biar tidak lihat dan kudanya dikasi makan yang banyak, kalau kudanya kasi makan yang banyak entar pemiliknya tidak ada untuk belanja, makanya kaki kuda kalau lari bilangnya, pak – pok, pak- pok begitulah bunyi kuda kalau lari, maapya ini guyon doang.

  7. Hariman Marsapana Says:

    he..he..he..kudanya ga suka uang sukanya ama rumput :-)

Leave a Reply